Kamis, 29 Juni 2017

luka

luka itu kalau dibuka, dipaparkan,dibiarkan akan mengering
tapi aku ingin agar ia tetap basah
agar tidak muncul luka baru

(loh?)

Mentari


kau datang dari timur
sedang aku mencintai barat
kita sungguh berjauhan, dan berbeda

aku tahu dalam dirimu mungkin memikat
mungkin juga tidak
mungkin bagimu aku hanya bayang
yang bertemu sesaat sebelum akhirnya hilang

aku senang sempat melihatmu
meski saat aku hendak tenggelam

entah apakah akan ada cerita selanjutnya
atau hanya secepat ini saja

sebenarnya aku ingin menggapai bintang
yang tidak pernah bisa bersua denganku
aku jingga dan dia perak
kami terjarak langit



30/06/17
0:47 WIB

pantaskan diri



Allah Maha Baik. Allah tergantung gimana usaha kita.
Mungkin ini jawaban dari angan anganku. Aku selalu berdoa..
“Ya Allah, aku ingin diberikan yang terbaik. Sisakan aku satu Ya Allah.. ikhwan yangbblablablablalbla untukku”
Aku meminta seperti yang aku inginkan.
Hey, biarkan aku cerita.
Suatu hari aku dipasangkan dengan seseorang untuk menjalani amanah bersama. Seiring berjalannya waktu, semakin aku berkaca bahwa aku sangat tidak pantas untuk berdiri bersamanya. Kulihat dia tampak baik dimataku, keislamannya, kepemimpinannya, caranya berbicara, batasannya, sepertinya dia lengkap dan mapan. Sedangkan aku ? apalah aku yang masih rombeng sana sini, mungkin orang lain melihatku bahagia dan mapan sepertinya, tapi hatiku ? hanya Allah yang tahu.. aku sangat rapuh, dan sangat butuh bimbingan, pertolongan.. dan aku sangat minim ilmu dan pengalaman.. ahhh tak sampai hati aku memikirkan bagaimana Allah menjagaku, bagaimana Allah menutupi semua aib aibku, Ya Allah betapa Engkau menyayangiku..
Kau jadikan aku menempati posisi ini, posisi yang menuntutku untuk bergerak lebih, dan merubah dri untuk menjadi sebaik aiknya panutan. Ahh... bantu aku Ya Rabbi, bantu aku yang lemah ini..
Masih pantaskah hamba meminta yang terbaik dari-Mu untukku sedangkan aku tidak mengusahakan yang terbaik untuknya ? apakah suatu saat nanti dia yang akan mendapakanku tidak akan merasa kecewa atau menyesal ? arena ku tidak seperti yang terlihat..
Masih tidak malu kah aku untuk meminta yang sholeh sedangkan aku biasa saja ?
Masih mau kah aku meminta yang bagus mengaji nya sedang aku masih terbata bata
Masih pantaskah aku meminta seseorang yang kokoh iman dan hatinya sedang aku masih rombeng ?
Masih pantaskah aku mendapatkan seseorang yang jauh sekali dariku ?

Bangunlah !! pantaskan diri untuk Allah.. masa mau gini gini aja ?

dia



Dia
Kepekaanmu ini jangan berlebihan
Andaikan semua yang aku rasa ini benar benar nyata, ini akan menjadi cuplikan sinetron yang indah
Tapi sayangnya ini realit, tak usah pakai garam..
Tadi adalah moment yang hmmmmmmmmm



Pada akhirnya aku datang dan melihatnya. Ia berdiri di tengah lapang,menjadi penengah diantara dua pihak. Membawa secarin kertas berwarna dan peluit di kirinya sembari menatap benda bulat bergerak itu.
Awal pertemuan itu sangat kuingat, mata itu merah dan menatap nametag dibaju kananku, aku hanya dia saja. Dia sedang menghitung. Pun selanjutnya, dia berbalik sekedar untuk menghitung kami. Hanya itu yang kuingat. Terakhir, dia menunjukkan wajah amarahnya didepan kami yang tak tau apa apa.lambat laun aku mengerti, lalu diam. Sejak itulah dia memperkenalkan dirinya sebagai seseorang yang emosional. Aku memendamnya,dalam dalam.
Kini, setelah sejauh ini, apakah aku harus menyesali diri karena telah memulainya ? memulai semua yang bahkan sejak awal sudah kuketahui lubangnya. Aku membiakan diri ini terperosok,jatuh perlahan. Seakan semuanya akan baik baik saja, seakan didasar jurang sana akan ada tumpukan bantal yang nyaman, meskipun aku takut,sangat takut terjun dari ketinggian. Berkali kali kaki ini meronta, mengatakan berhenti dan segera berbalik arah, pun demikian, banyak pula yang membuatnya kembali pada lubang yang sama. Entah kini sudah sampai mana,sudah sejauh apa dari titik awal,atau akhir.semua yang ada pada dirinya kembali menarik kaki ini, tapi logika berkata tidak. Ini bukan jalan yang baik. aku tahu, jelas. Berada dalam kabut ditengah hutan,sangat abu abu, siapa pula nyang hendak berlama lama disana ? jelas aku ingin beranjak, tak ingin terlalu lama seperti ini. Sudahlah cukupkan saja, aku ingin mebali pada cahaya itu. Kau dan semua perasaan itu, hilang sajalah. Aku tahu ini akan seperti dulu lagi, aku tahu. Karena tidak ada yang berbeda dnganku, tetap saja ini semua adalah kesalahanku. Kesalahan dalam mengartikan maksud baikmu. Dan aku selalu begitu. Aku tahu ini akan terus menerus mengujiku. Cukuplah sampai disini, terlalu lama aku menghabiskan waktuku disini. Tidak ada yang berbeda, semua sama. Kau, dia,mereka, hanyalah ujian saja. Dan akku ingin segera kembali. Aku inigin bersih,suci. Karena mata ini akan dipertanggungjawabkan pada pemiliknya kelak, pun sama, bibir ini, wajah ini, tangan kaki ini, dan hati ini.. nanti apa yan aku dapat jelaskan nantinya didepan pencipta-Ku ?
Ampunillah aku ya Allah..
Ya Allah aku ingin menutup perasaan ini
Semua laki laki itu sama. Kalaupun itu beda, mungkin itu yang disayang Allah.
Aku bakal dapet seseorangyang terbaik buat aku, buat melengkapi aku. Entah siapa dan seperti apa. Semoga yang lalu hanya menjadi kenangan.

ujian terbesar yang masih aja remed



Ya Allah aku masih rombeng sana sini
Mengapa Engkau biarkan aku masih berharap pada manusia ?
Ya Allah mengapa hati ini yakin bahwa itu semua untukku pdahal tidak ada alasan yg kuat unutk itu
Benahilah pikiranku Ya Allah
Dan penuhkanlah hatiku oleh dzikir pada-Mu
Kuatkanlah hatiku agar aku yakin bahwa yang terbaik ada di tangan-Mu
Sama salahsatu makhlukmu itu
Sepertinya ada setan diantara kita,yang terus membisikan sesuatu yang tidak terjadi
Mungkin itu ujian, untuk melihat siapa yang aling kuat diantara kita
Aku tak ingin menjadi lemah Ya Allah, aku tak ingin lengah,kalah.
Aku ingin kita bisa dekat dengan wajar, dekat mungkin lebih dekat dari yang lain, tapi tanpa ada rasa harap,
Ya Allah aku ingin,sangat ingin untuk dekat dengannya, dengan hatinya dan jiwanya. Entahlah, dia terlihat unik bagiku,tapi aku tak ingin jatuh pada hal yang tidak seharusnya
Mungkin akan terasa asyik sekali jika aku bisa dekat dengannya tanpa ada semacam rasa canggung atau sebagainya,
Dan sejujurnya itu semua hanyalah perasaan yang kubangun sendiri
Aku sibuk sekali membangun benteng dari berbagai paradigma, yang jelas akan rubuh karena kerapuhannya
Dan ketika dihadapkan pada situasi yang ada, aku kembali menematkan diri seolah memang itulah yang sebenarnya. Itu yang terjadiyang sejujurnya itu hanya harapan belaka.
Jika saja aku tahu maksud apa yang ada dibalik semua ini, mungkin aku dapat mengerti semua tanda yang sedang kueja kini. Aku sulit membaca. Aku tak bisa menafsirkan dengan mudah hal yang telah diisyaratkan.
Ya Allah, aku tahu waktuku hanya sebentar di dunia ini, entah itu akan sampai menuanya aku atau ebih cepat lagi. Entah sempat menikah dulu atau tidak. Enta sempat bertemu dulu atau tidak. Semuanya belum tau kapan, tapi mengapa hal yang belum tentu itu justru memenuhi pikiran ? bahkan bisa jadi pula yang memenuhi pikiran ini suatu saat akan hilang tertiup angin,hilang. Tak berbekas. Lebih baik pikirkan yang pasti terjadi,mati..
Bisajadi kita fokus pada satu hal,tapi tidak memperhatikan hal penting yang justru begitu dekat,jodoh misalnya,dan rezeki..

sosok misterius no2



Aku menemukan sosok misteius kedua dalam hidupku,sejauh ini hahaha.
Dia beda dengan sosok misterius yg pertama. Orangnya cukup tinggi,kurus,putih, matanya coklat,rambutnya sedikit tebal. Meskipun terlihat dingin, dia ramah kepada setiap orang, sangat perhatian dan mau diajak berbagi. Selalu ada saat dibutuhkan dimanapun. Ia sangat baik,hingga banyak orang salah mengartikan kebaikan yg diberikannya. Tapi dibalik itu semua, dia sangat tertutup dan pendiam. Sesekali termenung seperti tengah memikirkan sesuatu, agak sensitif dan moody. Tidak pernah tersenyum bila sedang sendiri, namun senyumnya akan sangat manis bila tengah berbincang dengan orang lain,walau hanya setipis benang. sulit membaca ekspresi mukanya, hanya datar dan dingin. Tidak ada yg berani menanyakan masa lalunya, meskipun sebagian orang sudah tahu apa yang dialaminya.
Aku bukan siapa siapa untuknya. Hanya teman,tidak lebih tidak kurang. Aku tidak menyimpan rasa untuknya,seperti yang dilakukan gadis lain diluar sana. Tapi aku ingin melihatnya bahagia, melihat dirinya tersenyum tanpa beban. Sepertinya sulit sekali membuatnya tertawa lepas, karena dia tidak pernah melakukannya. Tapi entahlah, aku ingin melakukannya. Dengan cara apa aku pun tak tau. Kisahnya sungguh pilu jika kau tau, tapi aku tak ingin membahasnya. Dia termasuk orang kuat yang pernah kukenal. Mungkin aku merasa iba ? atau prihatin ? tidak semenyedihkan itu sebenarnya. Hanya saja aku ingin melihatnya bahagia..
FFF
Entahlah perasaan macam apa ini. Ketika kau merasa memiliki sekaligus menyayangi.  Bahkan hingga detik ini aku masih merasa dia bukan siapa siapa bagiku, atau lebih tepatnya aku yg bukan siapa siapa baginya. Tapi disisi lain, aku merasa akulah proiritas baginya.
2 tahun bukan waktu yang cepat untuk mengenal lebih dalam seseorang yang baru hadir dalam hidup, bukan pula waktu yang cukup lama. Tapi itu cukup untuk menemukan sisi nyaman dari seseorang.
Dan kau telah menemukannya.
Aku tidak ingin membawa perasaan seperti ini, dan aku harus meyakinkan diri bahwa buka perasaan seperti itulah yang kini kubicarakan. Bukan. Ini tentang ikatan. Ikatan yang semu, seperti bukan sebuah ikatan. Sejauh ini aku merasa ini hanyalah sebuah kesamaan.
Aku mengerti bahwa ini adalah sebuah ujian bagiku. Menghadapimu dengan semua sifatmu yang menyentuh hati. Tapi aku selalu ingat bahwa aku belum halal bagimu. Tidak akan dengan mudah aku jatuhkan perasaan ini, bahkan untuk dirimu,yang jelas jelas menganggapku tidak lebih. Akupun menganggapmu tidak lebih. Rasa sukaku tidak bertambah sedikitpun, sejak saat itu. Kini tumbuh rasa lain yang lebih indah.. persaudaraan, kasih sayang,peduli. Yang bahkan hal hal itulah yang tidak kuberikan pada orang lain.
Sebaik apapun dirimu, semanis apapun perlakuanmu, sepeduli apapun dirimu padaku, tetap saja kau belum halal bagiku, jadi aku tidak pantas merasa bahwa kau adalah milikku.
Aku memilikimu sebagai saudara, tidak lebih untuk saat ini.....
Aku merasa lengkap denganmu, tapi tau apa aku tentang hal seperti itu. Hanya sebagian kecil dari potongan hidupmu.
Mungkin, dua atau tiga tahun lagi, bisa saja aku hanya daftar teman yang kau lupakan, yang hanya kau ingat kembali ketika membuka lembaran masa SMA. Ya, bisa saja terjadi. Biasa saja akupun melupakan mu, melupakan bahwa hari ini aku memikirkanmu. Memikirkan berbagai spekulasi mengapa kita dipertemukan, yang harusnya tidak kupertanyakan. Aku harusnya mengambil hikmahnya saja. Hikmahnya adlah, karena kau, aku melihat mu seperti diriku dalam wujud yang lain. bukan, itu bukan hikmah, itu harapan. Hikmahnya adalah, karena saat ini aku membutuhkan orang sepertimu untuk menyelesaikan maslaha yang kuhadapi saat ini. Hanya itu.
Ketika semua kepedulian menjadi alasan untuk menimbulkan celah yang lain
Ketika semua terasa gelap, mungkin lewat dirinya lah cara Allah menolongku saat ini.

FFF
Hai sosok misterius dalam hidupku, apa yang kau pikirkan diluar sana ?
Aku... entahlah.. sosok, bolehkah jika aku menyimpan sesuatu untukmu ?
Jujur saja,sejak pertama kali kita bertemu, aku sudah terpikat olehmu..
Andaikan bangunan sekolah dapat bicara, andaikan pepohonan dapat berkata, dan andaikan masjid dapat menjelaskan, mereka mungkin saja akan tertawa melihatku, mereka saksi bisu dari perjalanan perasaan ini.. tapi Allah lah yang lebih mengetahui apa yang kurasa, apa yg terjadi saat ini, dan yang akan datang, masyaAllah..
Hai sosok, entahlah mengapa tak bisa terbayangkan bila suatu saat nanti dirimu menghilang dari pandanganku yang terbatas ini.
Tidak ada lagi yang dtaang menghampiriku
Tidak ada lagi yang memanggilku dibalik pintu
Tidak ada lagi yang berjalan disampingku
Terima kasih pada Zat Yang Maha Kuasa yang mempertemukan aku dengannya, entahlah siapa dia dahulu, siapa dia sekarang,dan siapa dia dimasa yang akan datang, tapi aku senang pernah mengenalnya dengan baik..

sosok misteriusku



Sosok itu mungkin akan selalu aku kenang jika jarak memisahkan sepertinya.
Unik ya pengalaman sma teh.. dan dia salah satu orang yang membuat kehidupan sma aku jadi unbelieveble.

Mungkin nanti aku bakal jarang dengerin lagi ini, mungkin ada sosok lain yang menggantikan. Mungkin sesekali dengerin aja, terus inget lagi sama sosok ini. Kombinasi sosok yang kmemukau haha. Atau mungkin juga, terus terusan aku dengerin lagu ini, karena gaada sosok yang bisa gantiin orang misterius ini.
Salah ga kalau aku berdoa supaya kamu jadi sosok masa depan aku ?
Karna aku menginginkannya.

Iya,aku tau.. aku bukan pemeran utama dalam bagian kisah hidup kamu. Tapi entahlah, aku senang ikut berperan didalamnya.

Dan ketika aku mengingatnya, semoga cukup memoriku untuk mengenangnya.
Suatu ketika aku mengambil kesempatan itu, kesempatan untuk mengenang wajah itu, mengenang suasana ini, kedekatan ini, apa yang ada saat ini, karna bisa jadi aku akan merindukannya. Aku tau ini sepertinya salah, hmm kan hijabnya deh -_- oke sebentar,yap aku kalah
Aku mulai inget lagi lagunya, dan mataku menoleh.. oh tidak. Ini diluar dugaan.
Aku hanya ingin mengenang mukanya, mengenang dia yang sedang berjarak 5 langkah dari sini. Itu saja. Tapi ternyata diapun melihatku. Kini mukanya tengah terlintas dalam benakku,juga pandangannya yang tengah menangkapku. Heu apa ini. Aku tertangkap basah (?) tapi dengan cepat segera kualihkan pandangan itu pada sonya. Dan  kejadian sepersekian detik itu kembali terulang dalam ingatan.
Andai aku tahu apa yang dia pikirkan tentangku,mungkin aku akan berhenti memikirkannya yang tidak tidak.


Asa susah membagi sosok kamu dengan yang lain,karna kukira sosok perhatian itu hanya untukku.padahal kau memberikannya pada puluhan gadis lainnya.
Memang,aku saja yang terlalu berharap. Terlalu membesar besarkan. Membuat sendiri, menyambung nyambungkan sesuatu yang hanya terlihat sebagian.
Sudah. Kini aku mengerti, bukan sepertin itu seharusnya.
Sudah. Dia tetap menjadi dirinya saja sudah cukup, tidak perlu berharap lebih. Semua punya porsi masing-masing.
Jika dia memang ada dalam hidupmu, ia akan datang dengan apapun yang kamu butuhkan darinya. Jika dia telah selesai dengan bagiannya, biarkan dia pergi jangan dipaksa untuk tetap ada disini. Biarkan dia menjalani hidupnya.
Kita bukan berpisah,kita hanya sedang berjauhan.