Senin, 20 Januari 2020

Maa fi qolbi ghairullah

-merasa hatiku bersih dari kepelikan dan kepenatan hidup dunia-


sekarang aku tau, tidak ada yng pantas diberikan pengharapan selain Allah..

sama cheby tu sewajarnya, sama kampus tu dimaksimalin tapi bukan dijadiin ujung dari ikhtiar, sama dakwah itu selamanya, tapi kalau cape jangan diambil hati berlebihan. yang berlebihan itu coba deh tempatin disaat kamu belajar. karena kamu perlu terus menerus belajar.

fokus.
bukan saatnya untuk membagi pikiran dengan hal hal yang kurang penting.

Secukupnya

. S E C U K U P N Y A .


ternyata... setiap rasa itu cukup pada porsinya
menangislah kamu, tidak apa..
secukupnya

tertawa dan berbahagialah kamu, tidak apa..
secukupnya

merenunglah kamu, tidak apa..
secukupnya

terjatuhlah kamu, tidak apa..
secukupnya

bersemangatlah kamu, selalu..
dalam kebaikan
dalam mengejar cinta-Nya
dalam membersamai sunah rasul
dalam menjaga Al-Qur'an
selamanya..
tanpa batas

life goals kalau udah siap

aku mau anak laki-laki aku nanti tumbuh dengan hati yang lembut dan bijaksana, anak laki-laki yang kuat dan teguh, sekaligus riang dan lembut hatinya. aku ingin anakku itu akan menjadi pelipur lara untuk orang orang disekitarnya, yang kehadirannya dirindukan dan kbermanfaatannya meluas. aku ingin anakku itu paham lingkungan dihadapannya, memikili pemikiran yang jauh didepannya, memiliki tekad berlapis dan menjadi penggerak yang bijaksana.

aku mau anak perempuanku nanti menjadi wanita dewasa yang berprinsip, dia akan tumbuh menjadi gadis yang cantik dan cerdas, sekaligus mahal. dia memiliki keteduhan dari setiap kalimat yang ia tuturkan. sedikit bicara dan lebih banyak memahami. menjadi sumber mata air kebahagiaan untuk sekelilingnya.

aku mau keluargaku nanti jadi keluarga yang terbina, yang di hatinya selalu bersama al qur'an, yang selalu dekat dengan Allah. partner hidup yang bervisi akhirat dan punya aura yang selalu positif, ga mudah nyerah sama hidup.

aku mau punya keluarga yang bervisi surga :")


bukan menanti, tapi menjadi.

mawar padang pasir

Adenium



seperti apa wanita yang memiliki keteguhan hati dan kekuatan pada prinsip yang dia pahami ?

-siang ini,di perpus..

kutemukan salah satu diantaranya, wanita seteguh karang yang mengagumkan. hatinya keras pada sesuatu yang mengganggu prinsipnya. padahal dia bisa saja mengumbar apa yang dimilikinya, tapi dia memilih tidak.

jadilah teguh ci, teguh pada apa apa yang kamu pegang. jangan menjadi lemah dengan keadaan. karena yang kamu pegang adalah perintah Allah :"
astaghfirullah, llindungilah hamba dari kejahatan makhluk-Mu dan dari diri hamba sendiri

life goals detik ini

saat ini, aku.. bersyukur.. Alhamdulillah..

atas siapapun yang datang dan pergi, alhamdulillah. tidak ada yang salah.
dan kesadaran itu muncul ketika kita mulai terbuka atas pikiran pikiran kita, mulai memahami ilmu secara langsung dan mengena. MasyaAllah.. Allah baik banget membuat aku bisa memahami ini.

dan cara Allah menghadirkan banyak orang itu pasti alasannya tepat. banyak relasi dan alasan,juga hikmah yang terus menerus memberi pelajaran.

aku sampe ga abis abis kagumnya sama orang2 disekitarku.. masyaAllah.
aku mau kaya begitu, aku mau terus semangat dan mencari ilmu yang baik. aku mau terus dekat sama qur'an. ya Allah rahmatilah kami dengan al qur'an..

the greatest woman in the world

akhir akhir ini ngefans banget sama kepribadiannya Maryam, salah satu wanita yang diabadikan dalam Al-Qur'an.

ko bisa ya, ada wanita yang teguh bangettt kaya begitu, kayanya kalau aku liat langsung udh minder seminder2nya deh, aku ingin banget jadi kaya Maryam :")

Maryam itu teguh sekali, yang aku tau beliau itu wanita suci yang bener2 ga tersentuh sama laki2. yaampun, point itu saja aku udah deg banget,susah banget itu.

terus tadi aku dengar, katanya maryam tu peka banget, bijak, pintar, ahh keren!

maryam saja yang sekeren itu, bisa mengendalikan diri, diam ketika perlu diam, diam dalam menyelesaikan masalah. jadi ci, jangan gegabah :) kan sudah tau efeknya bagaimana :")

pokonya life goals ku deh ini sekarang :""

Selasa, 19 November 2019

luka yang bisa diterima

tadi malam mimpiku aneh sekali aku masih terbangun dalam keadaan sangat menakutkan

aku tak ingin menjelaskan kronologisnya, karena itu suatu kondisi yang menyeramkan, namun terasa sekali lukanya

rasanya seperti : dirimu ditengah keputusasaan hidup, menerima takdir yang menghimpit, tidak bisa memilih selain menerima. dan sepertinya aku sangat diujung tebing, kalau maju, jatuh sudah.
rasa bersalah menghimpit, membuatku seakan seperti menjadi orang terjahat di dunia, yang menghancurkan hidup beberapa orang yang kucintai.

mimpiku itu, aku masuk dalam kehidupan suatu keluarga, keluarga dekat bahkan. lalu entah ada peristiwa apa, aku jadi harus diantara mereka, dan merekapun tidak bisa meninggalkanku. aku tidak mau, tapi aku tidak bisa menolak keputusan itu. dan akhirnya, yang perempuan merelakan tempatnya dan yang laki-laki membagi hatinya. haduh, entahlah, tapi aku sangat sakit saat itu, sangat tercekat, tak bisa apa apa. kami sama-sama menahan pilu yang membuat flek dalam keluarga.

posisi itu, aku duduk tak berdaya. sungguh terasa kerelaan dalam hati si perempuan, kerelaan untuk membagi tempatnya denganku. dia memelukku, seakan memberi kekuatan dan mengabarkan bahwa dia ikhlas menerima keputusan itu. dan rasanya seakan aku sedang memeluk kak wanda. dan aku meminta maaf, setulusnya. aku benar-benar meminta maaf telah mengganggu hidupnya.
setelahnya, berganti orang yang memelukku. kini lelaki itu yang datang. aku hendak menolak, menangis dan menangkis tidak ingin dia mendekat. tapi saat itu kami tau,kami sama-sama terluka atas ini. dia kubiarkan memelukku, lalu akhirnya kami menangis bersama. dia mengatakan, dia tidak tahu kedepannya akan seperti apa, tapi akan dia coba lakukan. dan aku lagi-lagi menangis, membiarkan dia seutuhnya menempel padaku,dan kami sebegitu dekat dan pilunya menahan rasa ini.

setelahnya, aku memeluk bapak. sangat mengatakan bahwa aku lemah dan sudah tidak tahu harus bagaimana lagi. dan bapak,  seperti biasa menguatkan. membuatku bisa menerima takdir seperti ini. dan lalu, sudah. mimpiku berakhir dengan cahaya yang menerobos memenuhi mata, kulihat jam sudah pukul tujuh, dan aku bersiap berangkat ke kampus.


dalam sekali luka itu, entah apa dan mengapa.