another feeling that makes me more wise
when you hear the trurth form other people about what you see and waht you feel, and its make you woke up from your little dream.
ceritamu hanya sampai sini, ci.
"aku kira dia seperti itu, tapi kulihat dia melakukan hal yang tidak seharusnya, kak"
"dia sudah punya pilihan,dek. eh kok orangnya liat kesini ya ? wkwkwk"
Dia sudah punya pilihan ci, sudah punya.
selamat tinggal kisah-kisah penuh angan imajiantif, kamu terlalu indah dan semu. rapuh untuk menjadi nyata.
dia bukan pangeran yang menyebrangi laut untukmu, memang kau melihat perjuangannya mengerahkan seluruh tenaga untuk sampai ke sebrang, tapi dia sudah punya tujuan. dan kabarnya, dia sudah punya pilihan.
Senin, 21 Januari 2019
Kamis, 10 Januari 2019
The choosen.
The choosen.
Sebagian orang terpilih dalam misi besar yang
mempertaruhkan bumi. Segelintir orang yang teruju oleh waktu, tereliminasikan
oleh tantangan, tergugurkan oleh musuh nyata dalam pertarungan dahsyat.
The choosen one, orang-orang mengenalnya begitu. Bahkan mereka
masyhur pada peradaban tinggi, dibanggakan seisi langit, didoakan seisi bumi. Sayang
amat sayang, the choosen one tidak terlihat oleh mata-mata pendosa.
Saat dunia berjalan meuju era kegelapan, the choosen one
dicari-cari. Dan mereka saling mencari, dimanakah dia ?
Dia,
dengan sesuatu yang dia jaga.
Kamukah orangnya ?
Selasa, 08 Januari 2019
diberkahi
yang diberkahi
aamiin.. semoga selalu seperti namanya, diberkahi
akan kkutemukan janji Allah, dan kupstikan bahwa aku tidak menari-cari hal yang seharusnya tidak kucari, atau belum harus kuketahui.
aku yakin, jika itu perlu, Allah akan segera membisikkannya padaku.
tenang saja, kan ?
dari bumi,
Jumat, 28 Desember 2018
Sabtu, 22 Desember 2018
hangat sang mentari menyinari harapan
gunung menjulang,mengokohkan cita-cita
lalu nanti, aku akan disana
atas izin pencipta
belum pernha kutapakkan kakiku diatas tanahnya
tapi memori indah entah sejak kapan terkenang
dan harapan bertumbuh disana
seiring pintu-pintu terbuka
Danau Segara Anakan, Lombok
Selasa, 31 Juli 2018
Ombak itu menyapa
Sepotong kisah ditepi pantai
kau benar-benar membuatku tertawa lepas sore itu
membasahi kedua kakiku ketika dirimu datang menerjang
menggugah hatiku hingga ia merasa kegirangan karena terjangan dingin buihmu
ah, sejujurnya aku tak mengerti
mengapa bisa sebahagia ini menyambutmu
kugenggam tangannya, sambil menangkap rasa cemas diwajahnya
ah dia, sangat kusayang sepenuh hatiku
dia sangat takut, merengek tak bisa berenang
kami bersiap menerjang ombak yang kini menyapa
satu.. dua.. tigaa..
byurrr
basah!
kau tidak tahu rasanya,tidak akan tahu,
betapa indah sekali senja itu,
seakan hidup ini tidak akan menjadi sulit setelahnya
hmmm Alhamdulillah
kita tertawa, bahkan tak tahu menertawakan apa
kekonyolan diri sendiri
yang terlalu bahagia bertemu ombak
dibawah teduhnya awan dan pancaran mentari di kejauhan
terimakasih,
Poktunggal, jogjakarta
27 Juli 2018
Kamis, 15 Februari 2018
paham
tidak apa membaur, tapi jangan melebur.
kau tahu apa saja batasnya bukan ? jangan membuka celah
akrab itu baik, tapi pastikan hatimu dan dirimu tetap terjaga seutuhnya.
kamu paham. Dia juga paham.Harusnya kita saling menahan.Ketika ada yang lemah, salah satu yang lain menarik diri. Bukan keduanya saling mendekat.
Ya, kita sudah dewasa.Dewasakanlah hati kita.
kau tahu apa saja batasnya bukan ? jangan membuka celah
akrab itu baik, tapi pastikan hatimu dan dirimu tetap terjaga seutuhnya.
kamu paham. Dia juga paham.Harusnya kita saling menahan.Ketika ada yang lemah, salah satu yang lain menarik diri. Bukan keduanya saling mendekat.
Ya, kita sudah dewasa.Dewasakanlah hati kita.
Langganan:
Postingan (Atom)




